Posts

Showing posts from 2020

"I Will Bring Honour To Us All" - Sebuah Tuntutan

Image
Photo by Sincerely Media on Unsplash "I will bring honor to us all." --- Aku gak tahu apakah setiap manusia akan menghadapi berbagai macam tuntutan dalam hidupnya. Tuntutan yang datang dari dalam keluarga inti, dari keluarga besar, dari kebudayaan --seperti cerita dalam film "Mulan" , atau dari lingkungan sosial manapun tempat kita berada. Tuntutan yang bisa saja mampu kita penuhi, bisa saja tidak. Ketika tuntutan terpenuhi, tentu penerimaan dari 'si penuntut'--siapapun itu, akan terwujud. Kita akan merasa diterima oleh dia/mereka meski mungkin hal yang kita lakukan sebagai tuntutan tersebut bertentangan dengan hati nurani kita. Lalu gimana jadinya jika kita gak bisa memenuhi tuntutan itu? Seperti yang aku tonton dari film "Mulan", tentu ada banyak pengorbanan dan resiko yang besar. Ditolak, harga diri yang jatuh di mata masyarakat, aib, bikin malu, dan lain-lain. Kalo udah kayak gitu sepertinya berbuat hal baik apapun akan selalu jadi salah karen

Tidak Mau Menyerah pada Keadaan

Image
Photo by Oliver Hihn on Unsplash Rasanya ingin sekali berkata: "Itu kan pasangan hidupmu, Pa! Papa yang milih dia untuk menjadi istri, terimalah semua baik-buruknya." Sebuah ujaran yang ingin sekali aku lontarkan setiap kali beliau curhat tentang sikap mama yang begini dan begitu. Well,  awalnya aku masih setia mendengar dan memberi masukan. Lama-lama, aku mulai kelelahan dan mencapai batas maksimalku sebagai seorang anak yang memberi nasehat pada orang tua terkait relasi rumah tangga suami-istri. Wait... ini gak kebalik?? Bukannya harusnya orang tua yang memberi contoh pada anak bagaimana harusnya menjalani kehidupan berumah tangga? Hey, aku masih single.  Lajang. Pacaran aja belum, apalagi menikah. Terus kenapa harus aku yang terus-menerus menjadi "konselor" buat rumah tangga mereka?! Pada kesadaran inilah aku mulai merasa capek dan lelah. Beberapa waktu yang lalu akhirnya aku menyadari bahwa sepertinya aku terlalu dalam dan larut mencampuri masalah rumah tangga

At Home, But Not Feeling At Home

Image
Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash I'm trying to be logic here. Menjadi jujur bukanlah sesuatu hal yang mudah. Mungkin kitanya jujur, tapi orang lain tidak bisa terima. Sebaliknya, ketika orang lain jujur, tapi kitanya yang tidak bisa terima. Sehingga seringkali kita terjebak pada ketidakjujuran karena takut menimbulkan konflik antar sesama. Cuman, pertanyaan yang mucul dalam kepalaku adalah: sampai sejauh mana kita harus sejujur itu? Dan kepada siapa kita harus jujur? Apakah mengemukakan kejujuran juga perlu hikmat dan kebijaksanaan? Bagiku pribadi, dalam fase hidupku saat ini aku lebih memilih untuk jujur pada Tuhan dan diriku sendiri. Well , ya mencoba jujur juga pada orang-orang terdekatku tapi sepertinya lingkungan dan diri ini belum siap untuk menerima segala kejujuran satu sama lain. Jadilah aku mengambil waktu dulu untuk lebih melatih jujur pada Ilahi dan juga diri ini. Termasuk mencoba jujur di ranah publik macem blog seperti ini. Yah, ini memang butuh keberanian in t

Ketika Rumput Tetangga Lebih Hijau. Alami atau Sintetis?

Image
Photo by Ochir-Erdene Oyunmedeg on Unsplash Terlalu fokus dengan hidup orang lain. Sebuah kondisi yang tiba-tiba terlintas di benakku ketika bangun di pagi hari ini. Melihat beberapa dekade ke belakang ( wait... ini umur emang udah berapa? Tua amat sepertinya 😂), aku menyadari bahwa seringkali aku terjebak pada memfokuskan pandangan pada hidup orang lain. Hidup mereka seperti ini, berbeda denganku. Apakah hidupku salah? Hidup mereka seperti itu, kok aku tidak begitu ya? Ketika pencarian jati diri dan karakter pribadi makin kulakukan secara sadar, pertanyaan-pertanyaan itu makin terdengar keras di dalam benakku. Bahkan seringkali peribahasa "rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri" ini terngiang di pikiran. Akhirnya, membandingkan kehidupan pribadi dengan hidup orang lain menjadi hal yang tak aneh lagi untuk dilakukan. Pembandingan yang dibuat bukan hanya mencakup soal materi, tapi juga soal karakter, pencapaian dalam hidup, hubungan relasi dengan orang lain, dan ban

5 Hal Serba-Serbi Jadi Pemain Piano

Image
Photo by Joshua Hoehne on Unsplash Jujur sejak kecil aku enggak pernah bermimpi akan menjadi seorang pemain piano yang serius. Dalam artian pemain piano yang benar-benar serius melatih dan menekuni skill- nya. Dulu aku pikir bermain musik itu cuma sekadar hobi yang tingkat kepentingannya berada di level rendah, alias gak sepenting pendidikan formal kayak sekolah sampai kuliah, menurutku. Enggak pernah menyangka bahwa talenta di bidang ini ternyata bisa jadi berkat juga, baik buat diri sendiri maupun orang lain. Siapa yang nyangka hanya berawal dari transfer ilmu dari papa ternyata sekarang aku bisa se-jatuh cinta itu sama yang namanya bermain piano (proses serunya pernah aku tulis di sini , atau di sini dengan bahasa yang sepertinya lebih rapi dan terstruktur, hahaha-- thank you, WarungSaTeKaMu! ). Berdasarkan beberapa pengalaman mengajar piano, entah itu muridku sendiri atau muridnya papa (beberapa kali beliau suka minta tolong gantiin ngajar memang, waktu jaman-jamannya sebelum kor

Pelajaran Menikmati Rutinitas yang Mulai Dikeluhkan

Image
Photo by Gede Suhendra on Unsplash Beberapa hari terakhir ini, keluhan demi keluhan mulai memenuhi hati dan pikiran. Salah satunya keluhan mengenai bising serta berisiknya hidup sehari-hari di Jakarta. Bukan cuma sekadar suara knalpot kendaraan bermotor yang enggak absen memenuhi jalan raya ibukota negara, tapi bahkan sampai berisiknya isi pikiran tentang "Apa aja ya yang harus aku selesaikan di hari ini?". Sebagai orang yang cukup nempel dengan agenda harian dan to-do list, mikirin apa yang menjadi "goals" di hari itu udah jadi makanan sepanjang pekan. Ya aku tau ini baik untuk menjaga konsistensi ritme aktivitas serta menguji komitmen. Cuma aku juga enggak menampik bahwa aku hanya manusia biasa yang bisa capek dan lelah. Makanya aku ngerasa ini mulai masuk titik "berisik" dan pengen banget "retreat" sendiri dengan cara mendengarkan alam. Rasanya ingin banget menghirup aroma segar perkebunan, dengar bunyi burung berkicauan, dan ngerasain sejukn