7 Tipe Penumpang Gerbong Pertama dan Terakhir

Photo by Konstantin Planinski on Unsplash

Naik kereta api listrik Commuter Line emang udah jadi rutinitas saya sebagai mahasiswa...eh, alumni. Sejak saya ngga ngekos lagi gara-gara kerjaan saya cuma ngelarin Tugas Karya Akhir (TKA), saya memutuskan untuk pp alias pulang-pergi untuk menghemat pengeluaran. Sejak saya sibuk ngelarin TKA sampai sibuk ngurusin wisuda kampus, ternyata ada banyak yang bisa diperhatiin selama saya berada di dalam kereta. Terutama: penumpangnya. Nah berikut adalah beberapa tipe penumpang KRL Commuter Line yang khususnya ada di gerbong pertama dan terakhir, versi Meista. Check this out!

-----

1. FLEKSIBEL

Photo by Jad Limcaco on Unsplash

Tipe penumpang ini sepertinya punya prinsip "duduk atau berdiri gak masalah, yang penting sampai tujuan dengan selamat". Biasanya, mereka akan memasuki gerbong kereta dengan santai, nengok kiri-kanan, lalu mengambil tempat duduk atau berdiri di tempat yang pe-we. Duduk oke, berdiri juga oke.


2. AMBISIUS

Photo by Rafael De Nadai on Unsplash

Nah, tipe penumpang kayak gini terkadang bikin kesel. Ketika masuk ke gerbong kereta, mereka langsung gesit nyari tempat duduk yang kosong. Bahkan celah sekecil apapun juga dicari! Udah tau tempat duduknya gak muat, eh malah tetep maksa nyempil juga. Eits, tapi jangan berpikiran negatif dulu... Bisa jadi mereka emang punya penyakit tertentu yang bikin mereka gak tahan berdiri lama-lama. Ya kaaan?


3. MANDIRI

Photo by Willian Justen de Vasconcellos on Unsplash

Tipe ini punya inisiatif yang tinggi banget. PT KAI padahal udah sangat baik menyiapkan tempat duduk di setiap gerbong kereta, tapi adaaa aja penumpang yang bawa kursi lipat sendiri πŸ˜’. Ya emang sih, kursi lipat ini dipake kalo mereka gak dapet tempat duduk, tapi kan kasian yang berdiri dan gak bawa kursi lipat... Kalo mau, bawa kursi lipatnya yang banyak, biar penumpang lain yang berdiri kebagian duduk juga. Gimana?


4. ANGGOTA GENERASI MERUNDUK

Photo by Hugh Han on Unsplash

Gadget kayaknya udah jadi nyawa kedua bagi penumpang dengan tipe ini. Headset nempel di kuping, gadget di tangan, kepala nunduk, mata tertuju pada layar gadget. Sejak dari stasiun keberangkatan sampai stasiun tujuan, mata mereka gak lepas dari layar gadget-nya. Entah apa yang dilihat dan dirasa, tapi kelihatannya seru banget, sampe-sampe orang yang ada di kiri-kanan-depan-belakangnya (yang lagi gak megang gadget) kepo sama apa yang lagi mereka liat di layar tersebut.


5. NEMPEL

Photo by Amine Rock Hoovr on Unsplash

Kalo ada iklan yang slogannya "nempel di dinding...nempel di meja...", tipe penumpang ini nempelnya di jendela... (ini orang apa burung kakak tua πŸ˜‚). Kenapa? Ketika mereka masuk ke dalam gerbong kereta, posisi yang pertama kali diincar adalah jendela, atau bagian pintu kereta. Tempat duduk? Itu belakangan. Yang penting nyender dulu, baru tengak-tengok cari tempat duduk. Mereka tau kok bahwa ada peraturan "DILARANG BERSANDAR KE PINTU". Makanya, mereka bakal ngafalin di stasiun mana aja pintu (yang mereka tempelin) akan terbuka. Alasan utamanya sih katanya karena mau liat pemandangan (?)


6. SANG PEMIMPI

Photo by Braden Barwich on Unsplash

Iya, iya, saya emang nyontek dari judul bukunya Andrea Hirata, tapi "pemimpi" disini gak sama kayak ceritanya beliau. Penumpang tipe ini sepertinya lelah, atau kurang tidur. Entah apa yang sudah dikerjakannya. Ketika masuk ke gerbong kereta, otomatis mereka pasti nyari tempat duduk. Setelah duduk, dalam hitungan ke-3 masuki pikiran alam bawah sadar Anda semakin dalam...semakin dalam...daaan semakin dalam...zzz.

Nah, perkaranya adalah tipe penumpang seperti ini mungkin agak sulit untuk memberikan tempat duduknya bagi penumpang lain yang harus diprioritaskan, yaitu ibu hamil, ibu membawa bayi / balita / anak kecil, lansia, dan penyandang disabilitas. Kenapa? Soalnya....segen gak sih lo bangunin orang yang lagi tidur? Perkaranya lagi, kita gak tau mereka tidur beneran atau pura-pura tidur supaya gak disuruh ngasih tempat duduk buat orang lain. Apalagi kalo kupingnya udah ditutup headset atau udah pake masker.


7. PENOLONG

Photo by Chang Hsien on Unsplash

Nah, tipe penumpang yang kayak gini nih yang ditunggu orang-orang. Ketika mereka dapet duduk di dalem kereta, mata mereka pasti akan peka sama depan-kiri-kanannya karena mereka nyari penumpang lain yang lebih butuh tempat duduk dibanding dirinya (kalo gitu ngapain dia duduk ya...). Ketika ada penumpang prioritas masuk ke dalam kereta, mereka dengan sigap langsung berdiri dan memberikan tempat duduknya bagi orang tersebut. Bisa jadi juga kayak gini: ketika mereka udah berdiri, terus ngeliat masih ada penumpang lain yang perlu diprioritaskan, penumpang tipe penolong ini yang bakal 'ngomporin' penumpang lain yang duduk agar mereka berdiri. Wow, salut juga ya. Petugas keamanan gerbong kereta bisa kalah cepet sama penumpang tipe penolong ini.

-----

Kurang lebih itulah 7 Tipe Pengguna KRL Commuter Line Gerbong Pertama dan Terakhir alias Gerbong Khusus Wanita versi Meista. Tulisan ini bener-bener hanya bersumber dari pengalaman dan pengamatan penulis. Gak ada maksud negatif, ngatain, nyindir, apalagi nyari ribut. Kiranya kita sebagai warga Jabodetabek bisa terus menerus memanfaatkan setiap fasilitas dan infrastruktur yang ada, juga ikut serta dalam pemeliharaannya.

Buat saya pribadi, sebenarnya saya lebih dominan ke tipe nomor 5, yaitu NEMPEL. Entah kenapa saya suka banget ngeliat ke luar jendela walaupun kaki pegel-pegel karena harus berdiri gak kebagian tempat duduk.

Kalian termasuk tipe penumpang yang nomor berapa nih? 😏

Comments

Popular posts from this blog

Lagu yang Tak Hanya Menyentuh Hati, Tapi Sampai Menyentuh Jiwa

Hanya Bisa Tersenyum Miris

KPM Perkantas 2018: Nimbrung Jadi Keyboardis Eh Dapet Pelajaran Manis

Belajar dari Film "Monsters University": Dari Saingan Jadi Rekan

KISAH SAHABAT (bukan judul film)

Pengalaman Ikut Seminar Acara 2019 by Perkantas - Kembali "Ditabok", Gaes!

GFRIEND COMEBACK 2018: Time For The Moon Night

Kisah Horror Sepulang Nonton Kahitna

Apakah Relasi dengan Sesama Bisa Menjadi Berhala?

Welcome, Dua Puluh Enam!