Posts

Showing posts from April, 2018

Enggak Mau Main Piano Lagi Selamanya

Image
Photo by  O.C. Gonzalez  on  Unsplash "So I say thank you for the music, the songs I'm singing Thanks for all the joy they're bringing Who can live without it? I ask in all honesty: What would life be without a song or a dance what are we? So I say thank you for the music, for giving it to me" ----- Penggalan lagu di atas adalah lagu yang dipopulerkan oleh grup musik ABBA di era tahun 1980-an. Pertama kali denger sih biasa aja, tapi ketika diresapi kata-katanya, ternyata dalem banget loh. Saya jadi ikutan mikir: kalo di dunia ini gak ada musik, bakal kayak apa ya hidup ini? Bersyukur banget sama Tuhan karena saya terlahir di keluarga seniman. Ayah pemain dan pengajar organ, keyboard, piano, sedangkan ibu...ya bukan penyanyi sih memang, tapi beliau kalo nyanyi suaranya cakep banget dah. Beda banget sama ayah yang kalo nyanyi... please, no 😜 Saya mulai belajar main piano sejak kelas 3 SD. Dulu kami belum punya piano, tapi kami punya organ

7 Tipe Penumpang Gerbong Pertama dan Terakhir

Image
Photo by  Konstantin Planinski  on  Unsplash Naik kereta api listrik Commuter Line emang udah jadi rutinitas saya sebagai mahasiswa...eh, alumni. Sejak saya ngga ngekos lagi gara-gara kerjaan saya cuma ngelarin Tugas Karya Akhir (TKA), saya memutuskan untuk pp alias pulang-pergi untuk menghemat pengeluaran. Sejak saya sibuk ngelarin TKA sampai sibuk ngurusin wisuda kampus, ternyata ada banyak yang bisa diperhatiin selama saya berada di dalam kereta. Terutama: penumpangnya.  Nah berikut adalah beberapa tipe penumpang KRL Commuter Line yang khususnya ada di gerbong pertama dan terakhir, versi Meista. Check this out! ----- 1. FLEKSIBEL Photo by  Jad Limcaco  on  Unsplash Tipe penumpang ini sepertinya punya prinsip "duduk atau berdiri gak masalah, yang penting sampai tujuan dengan selamat".  Biasanya, mereka akan memasuki gerbong kereta dengan santai, nengok kiri-kanan, lalu mengambil tempat duduk atau berdiri di tempat yang pe-we. Duduk oke, berdiri juga oke.

MUSIM(an) -- Sebuah perspektif dari cewek yang doyan makan

Image
Elephant Chibi Parfait with Watermelon Ice Cream at Shirokuma Cafe, Margo City. Shirokuma Cafe adalah salah satu kafe yang mengusung konsep "kekinian" namun tetap menjunjung tinggi cita rasa. Will be back for sure! Masih penasaran sama dessert-dessert yang lain πŸ’“πŸ‰ Sejak terlibat di dunia kuliner, saya jadi belajar banyak hal. Gak cuma soal pemasaran yang jadi kerjaan saya sekarang, tapi sedikit-sedikit jadi tau soal gimana bisnis kuliner itu dijalankan. Sedikit-sedikit tau juga resep masakan-masakan yang unik. Sedikit-sedikit tau juga ternyata bisnis  Food and Beverage  gak cuma melulu ngomongin makanan-minuman walaupun memang kedua hal tersebut adalah ‘bintang utama’-nya. Ngomong-ngomong soal ‘bintang’, saya akhirnya menyadari bahwa sebuah bisnis kuliner itu ternyata (hampir) sama kaya kehidupan artis. Kalo lagi banyak fans-nya, popularitas pasti melonjak tinggi. Tapi kalo lagi sepi penonton, bhay..... Disinilah pentingnya peran promosi. Disinilah bagian dimana

Cara Jatuh Cinta Sama Indonesia

Image
Photo by  Nathan Ziemanski  on  Unsplash Berbicara tentang 'jatuh cinta sama Indonesia'... Apa sih indikator yang bisa kita gunakan untuk mengukur seberapa cintanya orang Indonesia terhadap Indonesia sendiri? 'Gue cinta banget sama Indonesia! Buktinya di rumah gue banyak hiasan bendera merah putih' 'Gue cinta banget sama Indonesia, soalnya gue hafal lagu Indonesia Raya 3 stanza' 'Dari TK sampe kuliah, gue selalu belajar lagu-lagu daerah Indonesia dari Sabang sampe Merauke, coy!' Gue cinta banget sama Indonesia! Makanya gue abis-abisan belajar biar bisa kuliah di Universitas Indonesia' Apakah kayak gitu? 😢😢😢 Saya sih gak bilang bahwa pemikiran-pemikiran di atas itu salah, cuma ya gak bisa kasih pembenaran mutlak juga. Menurut saya setiap orang pasti punya penilaian sendiri-sendiri tentang 'cara jatuh cinta sama Indonesia'. Selama kurang lebih mencapai 2 tahun saya memiliki status sebagai alumni mahasiswa, saya sering m