Posts

Menghadapi Kesulitan dan Rintangan Demi Bertumbuh--Life is Never Flat

Image
Mengelola waktu. Mengelola keuangan. Mengelola emosi. Mengelola diri sendiri. Mengelola hidup. Semuanya hampir mampu dilakukan sampai tiba pada fase gue harus: mengelola manusia . Gue heran sih kenapa banyak orang yang gila posisi dan jabatan tertentu, while gue pribadi pas ada di posisi yang tanggung jawabnya harus mengelola manusia tuh gila banget tantangannya (kalo boleh milih gue sih pengennya forever dipimpin ya, wk!). Man, gue harus beres sama diri gue sendiri lho baru bisa punya kemauan untuk belajar bagaimana mengelola manusia lainnya (dalam konteks dibebani tanggung jawab sebagai leader  ya). Soalnya kalo gue gak "beres" sama diri gue sendiri, alih-alih fokus nge- lead  yang ada gue insecure mulu. Tbh sampe sekarang aja gue masi sering insecure dan overthinking loh sama diri sendiri. Masalahnya, kalo gue kayak gini terus, gimana nasib orang-orang yang gue pimpin? Prinsip gue: kalo leader -nya insecure , gimana orang-orang yang dipimpinnya? ...dia yang punya prinsip,

Apa yang mau dilakukan sebelum usia 30? Sebuah perenungan~

Image
Beberapa bulan lalu gue ngumpul sama temen-temen untuk merayakan ulang tahun mereka di bulan Maret. Singkat cerita, kami dinner bareng sambil ngobrol. Berteman dan bertumbuh bareng orang-orang yang pernah kerjasama bareng sedari lama, yang tau bagus jeleknya kita, yang bahkan tau sampe kelam-kelamnya background dan past events kita, membuat kami kalo ketemu udah pasti 'ritual'-nya makan sambil deep talk . Berbagi update kehidupan masing-masing secara jujur dan menceritakan betapa lucu dan 'wkwkwk'-nya hidup ini. The 'wkwkwk-lyfe' (paansi πŸ˜‚). Tibalah pada satu sesi di mana salah satu teman bertanya: "Apa yang mau lo lakukan sebelum umur 30?" Pas banget waktu itu gue duluan yang disuruh jawab. Siaul emang, padahal saat itu gue masih 28. Mereka noh yang udah 29 duluan πŸ˜‚. Terus gue jawabnya waktu itu gini: "Mmmm...jujur sih ya gue gak punya planning yang gimana-gimana. Apalagi spesifik gitu "sebelum 30". Gue tipikal orang yang berusaha men

Dealing with My Anger

Ketika kembali berhadapan dengan sebuah pelajaran (lagi) bahwa "kita gak bisa memaksakan apa yang ada di dalam pikiran kita terhadap orang lain", ternyata itu bikin gue marah. Berharap dalam benak terjadi sesuatu seperti X, yang terjadi kebalikannya. Sampe bikin gue berpikir: "Gue salah apa ya..." Marah karena akhirnya menyadari bahwa: ya... that's life. Gue kelihatannya terlalu memaksakan diri untuk terlalu terbuka pada sebuah komunitas pertemanan yang baru. Gaada seorangpun yang memaksa gue untuk se-terbuka itu, tapi ketika gue ingat lagi diri gue seperti apa, sepertinya gue cukup 'kebablasan'. Dalam artian, aslinya gue tuh gak se-terbuka itu. Gue bisa percaya untuk terbuka dengan orang yang memang menurut gue layak untuk dipercaya setelah gue menganalisa dalam jangka waktu yang gak sebentar. Yang ini, baru juga kenal berapa lama, gue udah bocor. Di situlah trust issue gue kembali muncul ke permukaan. Dan ternyata bener kan. Alih-alih mendapat damai se

How I Deal with My Own 'Self-Blame' Feeling

Image
Katanya sombong itu gak baik. Tapi rendah diri juga gak baik. Terus sulit gimana caranya biar bisa hidup 'in-between' ; artinya ya gak sombong, tapi gak rendah diri juga. Tetap punya self-esteem yang sehat, tapi tidak berlebihan yang nanti ujung-ujungnya bisa sombong. --- Gue sering berada pada situasi di mana gue ngerasa semua orang membenci gue. Padahal saat itu lagi gak ada peristiwa buruk yang terjadi. Semua terasa baik-baik saja. But somehow, there's a voice in my head telling me that: "You're not enough, Meista! You're not good enough!" Gue dilatih dan dididik menjadi seorang perempuan yang harus rendah hati dan apa adanya sedari kecil. Terlepas dari berbagai achievement dan berbagai pujian yang diterima dari orang lain, gue tetap mempertahankan value itu: tetap rendah hati . TAPI... Entah kenapa gue akhir-akhir ini jadi ngeblur dan susah membedakan apa itu rendah hati dan apa itu rendah diri ? Alih-alih rendah hati, gue jujur lagi bermasalah dengan

Sedang Mempertimbangkan Menutup Akun Instagram. Hehe

Image
Tadinya mau bikin judul gini: "Engga Main Instagram, Emang Kenapa?" ...tapi emang dasar Meista anaknya labil jadi yaudalah. Wkwkwkwk πŸ˜† Anyway, beberapa hari lalu salah satu teman brainstorming  sama gue terkait main Instagram yang ternyata bikin gue jadi mempertimbangkan hal serupa. Begini obrolannya: ----- Dia (D): Meis Aku (A): Yaaa D: Kmrn malem discuss sama *nama teman disamarkan* ttg IG usage Dan aku blg kalau aku gadapat yg aku harapkan. Dalam hal ini connection. *Nama teman disamarkan* kerucutin lagi jd intimacy Akhir2nya sahabat yg udh lama ga kutemuin krn nutup IG 3 taun lalu, toh pas bertemu di IG ya langsung deket Dan yg cuma temen, ya cuma temen Cant be closer Well Ku ga tipe melakukan sesuatu for fun. So I didnt get this IG for me Cuma tiap inget betapa nyeselnya ga aktif IG pas jaman *nama gebetan disamarkan* nanya IG-ku, aku jd mikir lg But lbh dr itu Aku condong bgt tutup akun. Well, maybe nanti (...) Wdyt? Or do you have anything to share about? A: Hmmm o

A Vow To Myself Before I Said 'The Sacred Vow' To Someone

Marry or not, I have to set myself: BE CONTENTED & BE WHOLE

Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain: Nyenengin atau Nyakitin?

Image
Sebenarnya kita bisa jawab cepet pertanyaan gue di judul itu ya. "Nyakitin lah, Mei! Menurut ngana -_-" ===== Dalam sebuah percakapan random dan gemey bareng adek gue di suatu sore, dia pernah bilang seperti ini: "Kakak tuh cantik, temennya banyak, kalo bikin konten tulisan bagus. Aku pengen kayak kakak." Mendengar adek sendiri ngomong gitu gue be like: ..... 😷 Speechless  sih. I mean...how come dia bisa menilai itu semua while dia juga tau betul betapa mengesalkannya gue sehari-hari di rumah. Dia tau betul kelemahan dan kekurangan gue tapi dia bisa bilang "...aku pengen kayak kakak." Well, mungkin ini memang rentan dialami oleh setiap kita kalian yang berada di posisi adek kali ya ( so sorry gue anak sulung soalnya jadi can't relate, wk πŸ˜…). Ngerasa bahwa si kakaknya itu paling paling lebih dibanding dirinya. Di keluarga kami bersyukur orang tua mendidik kami secara adil dan merata. Maksudnya gak ada pembandingan atau perbedaan kasih sayang yang gim

Berelasi. Dekat. Tapi 'Let Go'.

Image
Beberapa bulan belakangan ini gue lagi banyak belajar hal baru tentang: relasi. Relasi antar manusia yang unik, dinamis, dan kompleks. Setelah mengalami sendiri berbagai macam dinamika yang terjadi dalam relasi, gue pun menangkap pola yang sama ternyata dialami juga sama kebanyakan orang. Maksudnya, dinamika dalam relasi tuh ya gak cuma gue doang gitu yang ngalemin. Seluruh umat manusia di dunia juga mengalami. Cuma bentuk dinamika dan gimana cara masing-masing orang meresponinya itu aja yang beda-beda. Ada temen yang cerita di tempat kerjanya dia kayak dianggep anak gitu sama bosnya. Saking "dianggep anak", akhirnya yang kerasa sama si temen gue ini adalah si bos gak ngehargain bahwa anak buahnya tuh punya orang tua kandung juga, lho. Well, gue sebagai pendengar cerita cuma bisa merespon: "Yah mungkin bos lo kepengen punya anak tapi belum bisa, kali. Atau ya personal-relationship-attachment -nya dia tinggi aja ke staf-stafnya. Mungkin." Ada juga temen lain yang cur

κ·ΈλŒ€λΌλŠ” μ‹œ

Image
μ–Έμ œλΆ€ν„°μΈμ§€ κ·ΈλŒ€λ₯Ό 보면  운λͺ…이라고 느꼈던 걸까 λ°€ν•˜λŠ˜μ˜ 별이 λΉ›λ‚œ κ²ƒμ²˜λŸΌ μ˜€λž«λ™μ•ˆ λ‚΄ 곁에 μžˆμ–΄μš” κ·ΈλŒ€λΌλŠ” μ‹œκ°€ λ‚œ λ– μ˜€λ₯Ό λ•Œλ§ˆλ‹€ μ™Έμ›Œλ‘κ³  μ‹Άμ–΄ 그댈 κΈ°μ–΅ν•  수 있게 μŠ¬ν”ˆ 밀이 였면 λ‚΄κ°€ κ·ΈλŒ€λ₯Ό μ§€μΌœμ€„κ²Œ λ‚΄ 마음 λ“€λ €μ˜€λ‚˜μš” μžŠμ§€ λ§μ•„μš” μ§€λ‚˜κ°€λŠ” 겨절 속에 λ‚΄ λ§ˆμŒμ€ λ³€ν•˜μ§€ μ•ŠλŠ”λ‹¨ κ±Έ μ•„λ‚˜μš” κ·Έμ € λ°”λΌλ³΄λŠ” λˆˆλΉ› κ·Έ ν•˜λ‚˜λ‘œ 세상을 λ‹€ 가진 것 같은데 κ·ΈλŒ€λΌλŠ” μ‹œκ°€ λ‚œ λ– μ˜€λ₯Ό λ•Œλ§ˆλ‹€ μ™Έμ›Œλ‘κ³  μ‹Άμ–΄ 그댈 κΈ°μ–΅ν•  수 있게 μŠ¬ν”ˆ 밀이 였면 λ‚΄κ°€ κ·ΈλŒ€λ₯Ό μ§€μΌœμ€„κ²Œ λ‚΄ 마음 λ“€λ €μ˜€λ‚˜μš” μžŠμ§€ λ§μ•„μš” 꽃이 ν”Όκ³  μ§€λŠ” 날이 와도 이것 ν•˜λ‚˜λ§Œ κΈ°μ–΅ν•΄μ€˜μš”: 그댈 ν–₯ν•œ λ§ˆμŒμ„ μ–Έμ  κ°€λŠ” 우리 λ©€μ–΄μ§ˆμ§€ λͺ°λΌλ„ λ‚˜λŠ” κ·ΈλŒ€λΌλ©΄ 기닀릴 수 μžˆμ„ 텐데 μ‹œκ°„μ΄ ν˜λŸ¬λ„ λ‚΄κ°€ 이곳에 μ„œ μžˆμ„κ²Œ κ·ΈλŒ€ 망섀이지 λ§μ•„μš” κ·Έλ•Œκ°€ 였면 "All About You" - Taeyeon Lyric source: musixmatch.com