Posts

Mendingan Jujur Tapi Nyakitin, Atau Bohong Tapi Lama-Lama Tetep Nyakitin Diri Sendiri? (sungguh sebuah judul yang amat panjang)

Image
Photo by Sean Sinclair on Unsplash (elah, panjang bener judulnya... 😂) Jujur. Ngomongin soal kejujuran, gue gak inget udah berapa kali ngerasa terluka, insecure, dan hati perih akibat melakukan hal ini: menyatakan kejujuran. Apalagi di tengah-tengah dunia yang penuh tuntutan ini yekan, menjadi jujur itu menjadi tantangan tersendiri buat gue. Kenapa sih harus jujur di saat kita bisa bersandiwara? Kenapa harus milih jujur di saat bohong itu jauh lebih aman dan gak nyakitin? Ini pertanyaan pribadi yang sempat gue tanyakan pada diri sendiri. Untuk apa ya gue jadi diri gue yang apa adanya di kala mungkin dunia tidak akan terima itu? Untuk apa gue menjadi Meista yang otentik dan senang belajar, padahal yang dunia ini butuhkan adalah Meista yang harus memenuhi ekspektasi dunia? Untuk apa? Jawaban gue cuma 1: gue capek . Gue capek dan lelah banget memenuhi ekspektasi dunia, jujur aja--tuh ini aja udah jujur, wkwkwk 😂😂😂. Gue capek untuk kehilangan diri gue sendiri di saat gue berusaha ker

Lagi, Curcolan Random Habis Baca E-mail Siang Ini

Image
Photo by Stephen Phillips - Hostreviews.co.uk on Unsplash (Rabu, 9 Juni 2021 16:19, Starbucks Pondok Indah Mal 2) Jeez, I'm scared. I opened a new mail on my Gmail inbox this afternoon and....JEEZ I'M FREAKIN' SCARED! No, no, please don't misunderstood. This is a mixed-up-feeling ever. Satu sisi seneng banget abis baca e-mail, satu sisi langsung khawatir. Ketakutan. Apa sih yang gue takutkan: 1. I'm like enough to dealing with myself, my expectation, especially when I'm working with people in professional way. I know, and I have learned that...whatever the job title is, wherever the company is--even the big and established one, I couldn't run away from: dealing with people . 2. Ketika sudah tahu hal-hal yang sudah dipelajari, pertanyaan berikutnya adalah: apakah gue mampu menerapkannya di petualangan berikutnya? 3. Apakah gue siap untuk 'gagal' lagi? Entahlah, namun gue merasa di fase gue yang sekarang ini gue harus mulai belajar untuk 'berani g

When Meista Feels Like Raya--just a parallelism, a factual-fan-fiction

Image
Raya and The Last Dragon (2021). Image source: Disney+ Hotstar Please, allow me to write my own fear story from the angle of Raya (have you watched "Raya and the Last Dragon" ?). Yea, I know it sounds crazy but...it's interesting for me to have a parallel story with her. Raya. Maybe it sounds like a fan-fiction story, but...what I wrote here is totally Meista, and I "borrow" Raya's life from her point of view. I won't deny that I totally fail to "move on" from this awesome movie :") I know. I know the 'Druun' hates me. I know they hate my vision, my purpose, and dislike what I'm doing right now. I know they tried to break down everything around my life so that I couldn't focus on the things I should do. Or...sometimes they tried to distract my focus by showing me the fake reality; assuming that it's a good thing to do, but actually: no. I know I'm not a hero. Not even a princess. Not e

She's Clueless Now, Don't Know What To Do

Image
Is this the rainbow I want to see? Hai. Ummm... Sekarang jam 05:25 versi jam laptop gue. Tadi kebangun sekitar jam 4 pagi, ke toilet, terus susah tidur lagi. Akhirnya gue memutuskan untuk ngerjain sesuatu yang bisa gue kerjain--lagi ngerapihin icon highlight buat Instagram. Terus ketika iseng scrolling-scrolling  konten yang pernah gue bikin, tibalah pada konten banjir 2020. Ada 2 perasaan berbeda yang dirasakan sekaligus: bersyukur dan panik. Bersyukur karena banjir 2020 memberi gue banyak bukti bahwa pertolongan Tuhan gak pernah terlambat. Udah gitu gue diajarin juga bahwa gak ada yang salah dengan meminta tolong, plus gak usah gengsian jadi orang. Namun, paniknya adalah: masalahnya rumah gue progress  renovasinya memang tidak sekilat dan secepat tetangga-tetangga sekitar. Kalo kalian main ke rumah gue, rumah kiri, kanan, dan depan itu udah membumbung tinggi semua. Sampe rumah gue tuh (menurut pengamatan gue ya) susah banget dapet matahari pagi. Dapetnya pas matahari udah tinggi, whi

Untuk Kamu yang Follow Instagram Aku: Jadi Gini...

Image
Photo by Alexander Shatov on Unsplash Halo, teman-teman! Oke jadi gini... Tetiba aku terpikir untuk nulisin hal ini sebagai bentuk pertolonganku terhadap ekspektasi kalian yang follow akun Instagramku: @meista_yuki (meski ya belum tentu juga kalian punya ekspektasi apa-apa sebenarnya yekan, ihik 😜). Sederhananya, apa yang kuposting di Instagram tuh kebanyakan lebih ke random aja. Slice of life . Untuk di InstaStory, misalnya, kadang posting konten receh karena bagiku itu lucu dan bikin ketawa. Terus posting sedikit tentang kehidupanku sehari-hari. Bukan, tapi bukan dalam bentuk vlog gitu, bukan. Jujur aku bukan tipikal orang yang rajin dan doyan nge-vlog. Karena bagiku tiap detik keseharianku terlalu berharga untuk dilewatkan jika terlalu fokus ngerekam video. Gampang capek juga aku anaknya kalo terlalu fokus rekaman, dan akhirnya malah jadi gak nikmatin momen kehidupan. Plus,  emang males ngeditnya jugaaa 😝 Jadi ya udah pasti gak akan ada vlog lah intinya. Kalo ada pun berarti itu

Mixed Up--When Sometimes You Lose Yourself in Your Head

Image
Photo by Eiliv-Sonas Aceron on Unsplash When I was a little, the first time I know what "pray" is when I talk to 'something' unseen, 'something' that I couldn't see, but I know It's There. I did it when I heard my parents have a tough fight. Their loud voices, the noises, the arguing, all that sounds came into my ears and I couldn't bear with it. I cried alone in my room--my sister was only baby born back then. She slept, if I wasn't wrong. I hugged my teddy bear. The tears overflowed through my small cheeks. I didn't know what to do. I'm just confused. What happened? Then, while hugged my teddy bear, I said this into 'something' unseen I called "Tuhan": "Ya Tuhan, tolong buat mereka udahan berantemnya." ...while my cheeks kept wet because of never-ending-tears. That words totally came from a little girl who's innocent, sincere, and the only thing she wanted was just her parents stop fighting. Stop argui

Satu Lagi yang Baru Ketika Kenal Diri Sendiri

Image
Yang nulis blog ini :p Hari ini sebenarnya agenda utama gue adalah: Bersih-bersih kamar dan segala isinya Beresin barang-barang perintilan yang gue bawa pulang dari kantor (iya, iya, resign -nya dari akhir April, tapi beberesnya baru sekarang. Mager 😶) Bersih-bersih kamar: checked! ✅ Dilanjutkan dengan beresin barang-barang perintilan yang gue bawa dari kantor dan yang memang udah ada di rumah, sekaligus pengen ngerapihin tata letaknya aja sih. Secara yaaa perempuan perabotannya banyak mulai dari ujung rambut sampe ujung kaki. Dari yang paling primer (pakaian), sampe yang paling tersier (koleksi aksesoris rambut, kutek, dan softlens ). Enggak, sumpah mata gue sehat, gaes. Ganjen aja kalo lagi jalan keluar rumah pengen gegayaan pake softlens untuk mata normal . Apalagi di era bermasker kayak sekarang ini kan yang keliatan area mata doang, lol 😷👀 Terus udah semangat nih di awal berantakin barang-barang di kamar biar bisa gue sortir, tiba-tiba jadi males. Tiba-tiba jadi malah kepikiran