Posts

Showing posts from January, 2021

Sunday-Learning: Belajar Lagi Tentang 'Berhala'

Image
Photo by Thomas Despeyroux on Unsplash Dalam dua hari ini ada sesuatu yang mengganggu di kepalaku. Bukan, bukan sakit kepala yang bisa diobatin pake paracetamol, tapi sebuah kesadaran akan sesuatu yang bikin aku merenung. Berhala. Jadi kemarin itu aku habis terlibat pelayanan di sebuah pembinaan untuk adik-adik mahasiswa semester akhir. Sebenarnya aku sudah mengiyakan pelayanan ini sejak tahun 2020. Lalu entah mengapa, kira-kira seminggu sebelum hari-H, aku kayak dihantui ketakutan dan pertanyaan-pertanyaan keraguan terhadap diriku sendiri. Berhala acceptance (penerimaan) seperti terngiang-ngiang di dalam pikiranku. Aku jadi bertanya-tanya juga kan ke diri sendiri: apa motivasimu terima pelayanan ini? Apa kamu lagi ngerasa dibutuhkan? Ini membingungkan, karena apakah aku sedang melakukan refleksi pribadi, atau lagi marahin diri sendiri? Dalam beberapa hari menuju hari-H pelayanan kemarin aku gak putus-putusnya berdoa minta pertolongan Tuhan, dan tetep tanya: is it the right thing You

3 Hal Menarik Ikut Ibadah PAKJ Januari - "Menjaring Angin"

Image
Photo by Seb Mooze on Unsplash Manusia tuh ternyata memang makhluk yang perlu diingetin terus ya... --- Hari Jumat kemarin (15 Januari 2021) Persekutuan Alumni Kristen Jakarta (PAKJ) kembali diselenggarakan. Ini adalah ibadah perdana di tahun 2021. Tema yang diusung adalah "Menjaring Angin" , dengan eksposisi dari kitab Pengkhotbah 1-2 yang dibawakan oleh Bu Inawaty Teddy. Aku salah satu jemaat-tizen yang enggak bisa ikut bersekutu di hari-H karena lagi kebagian jadwal work from office (WFO), dan baru balik kantor itu jam 7 malam (ibadah dimulai tepat jam 7 juga). Karena enggak bakal fokus ibadah onlen sambil ngejer-ngejer Transjakarta yakhaaan, akhirnya aku memilih untuk mengikuti ibadahnya dalam siaran tunda nanti. Dan bersyukur, puji Tuhan hari inilah kesempatan baiknya. Hari Minggu, hari Sabat, hari istirahat, dan hari no-mikir-mikir-day . Hari di mana aku bisa memilih untuk mengisi jiwa yang haus dan lagi acakadut karena kesibukan harian Senin-Sabtu, dengan siraman Firm

Susah Banget Menyerahkan Rasa Takut

Image
Photo by Verne Ho on Unsplash 🎵 Seorang anak t'lah lahir untuk kita Seorang putera dib'rikan Lambang pem'rintahan di atas bahu-Nya Dan nama-Nya pun disebut orang: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa Bapa yang Kekal, Raja Damai Sambutlah Dia, Yesus Tuhan Jurus'lamat dunia --- Lagu ini adalah lagu yang aku nikmati di Natal 2020 kemarin. Tapi meskipun temanya "lagu Natal", aku tetep dengerin lagu ini di luar musim Natalan karena ingin menghayati liriknya. Kalau dikepoin, lirik lagu ini diambil dari kutipan ayat Alkitab yaitu Yesaya 9:5, yang isinya: "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." Kemarin, bener-bener kemarin banget, aku kembali diterpa sebuah ketakutan yang terpendam lama tapi gak pernah aku urusin. Aku belum bisa bilang ketakutannya apa-- maybe later  di tuli

Bersedia Dikasihi, Bukan Mengasihani Diri

Image
Photo by Jakob Owens on Unsplash Salah satu pelajaran berharga pasca patah hati 2020 kemarin adalah akhirnya aku merasakan bahwa aku dikasihi Tuhan. Wait...seems contradictive, isn't it? Patah hati...tapi malah merasa dikasihi? Yep. Memang enggak bisa dimengerti sih kenapa prosesnya sampe begini, wkwkwk. Rasanya kadang ingin berterima kasih sama si teman lantaran jadi pihak yang "terlibat" dalam pelajaran berharga ini. But, no. Tar dia makin kegeeran. Aku memilih berterima kasih pada Tuhan karena ternyata dibalik badai hidup dan proses yang enggak enak, ada hal baik yang bisa jadi pelajaran berharga. Ya bukan mau sok-sok positif-positif gitu sih, cuma ini memang benar terjadi. Ketika aku lagi sedih-sedihnya pasca ditolak si kawan itu (sekarang pasti dia nyesel udah nolak aku...WKWKWK GAK DENG CANDA 😝), ada satu buku yang lagi aku baca. Judulnya "Surrender To Love" yang ditulis oleh David G. Benner ( by the way buku ini bagus banget! Wajib baca, gaes!). Buku in