Posts

Showing posts from November, 2020

Relasi. Adaptasi. Sebuah Refleksi.

Image
Photo by Krzysztof Niewolny on Unsplash Salah satu hal yang aku temukan dan yakini ada di dalam diriku sendiri adalah aku senang mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan kerjasama tim, acara atau event , pokoknya segala sesuatu yang berkaitan dengan perencanaan/persiapan - eksekusi - evaluasi - repeat . Itulah mengapa sejak sekolah hingga kuliah aku lebih sering terlibat sebagai tim acara dalam sebuah kepanitiaan maupun organisasi. Pernah sempat nyemplung jadi tim sponsor, tim danus, dan tim dekorasi namun semuanya terasa datar-datar aja. Peranku di bagian itu malah lebih sering menjadi tim hore saking membosankannya. Hal yang sama terjadi di dunia karir. Sekali waktu pernah ingin menjajal bekerja di bagian redaksi media, namun ternyata aku cepat bosan. Mengerjakan hal yang ritmenya sama secara terus-menerus dalam 5 kali seminggu ternyata membuatku gak semangat. Akhirnya pilihan berkarir di dunia bisnis kuliner sebagai marketing, kreatif, tim hore media sosial, dan ruang lingkup yan

Tidak Mau Menyerah pada Keadaan

Image
Photo by Oliver Hihn on Unsplash Rasanya ingin sekali berkata: "Itu kan pasangan hidupmu, Pa! Papa yang milih dia untuk menjadi istri, terimalah semua baik-buruknya." Sebuah ujaran yang ingin sekali aku lontarkan setiap kali beliau curhat tentang sikap mama yang begini dan begitu. Well,  awalnya aku masih setia mendengar dan memberi masukan. Lama-lama, aku mulai kelelahan dan mencapai batas maksimalku sebagai seorang anak yang memberi nasehat pada orang tua terkait relasi rumah tangga suami-istri. Wait... ini gak kebalik?? Bukannya harusnya orang tua yang memberi contoh pada anak bagaimana harusnya menjalani kehidupan berumah tangga? Hey, aku masih single.  Lajang. Pacaran aja belum, apalagi menikah. Terus kenapa harus aku yang terus-menerus menjadi "konselor" buat rumah tangga mereka?! Pada kesadaran inilah aku mulai merasa capek dan lelah. Beberapa waktu yang lalu akhirnya aku menyadari bahwa sepertinya aku terlalu dalam dan larut mencampuri masalah rumah tangga

At Home, But Not Feeling At Home

Image
Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash I'm trying to be logic here. Menjadi jujur bukanlah sesuatu hal yang mudah. Mungkin kitanya jujur, tapi orang lain tidak bisa terima. Sebaliknya, ketika orang lain jujur, tapi kitanya yang tidak bisa terima. Sehingga seringkali kita terjebak pada ketidakjujuran karena takut menimbulkan konflik antar sesama. Cuman, pertanyaan yang mucul dalam kepalaku adalah: sampai sejauh mana kita harus sejujur itu? Dan kepada siapa kita harus jujur? Apakah mengemukakan kejujuran juga perlu hikmat dan kebijaksanaan? Bagiku pribadi, dalam fase hidupku saat ini aku lebih memilih untuk jujur pada Tuhan dan diriku sendiri. Well , ya mencoba jujur juga pada orang-orang terdekatku tapi sepertinya lingkungan dan diri ini belum siap untuk menerima segala kejujuran satu sama lain. Jadilah aku mengambil waktu dulu untuk lebih melatih jujur pada Ilahi dan juga diri ini. Termasuk mencoba jujur di ranah publik macem blog seperti ini. Yah, ini memang butuh keberanian in t

Suka dan Luka Mengenal Diri Sendiri

Image
Photo by  Zuzana  on  Unsplash (Tulisan ini telah tayang pertama kali di situs  WARUNGSATEKAMU.ORG  dan telah melewati proses penyuntingan oleh tim editorial). Ooohh iyaaah, btw tulisan ini sebenarnya lanjutan dari tulisan yang ini ...😁 --- Pada bulan April lalu, aku mendapatkan pelajaran berharga dari peristiwa patah hati yang kualami. Aku belajar bahwa berharap diterima oleh manusia saja tidak akan pernah bisa membuatku merasa cukup atau memperoleh kepuasan sejati (aku sempat menuliskan prosesnya di sini ). Aku pikir peristiwa penolakan itu sudah cukup membuatku sadar akan pentingnya berelasi dengan Tuhan dengan motivasi hati yang murni; bukan hanya rutinitas keagamaan belaka. Namun ternyata Tuhan masih ingin membentuk aku dan menyingkapkan hal-hal baru tentang diriku sendiri, meski rasanya sakit dan aku harus terluka secara emosi dalam prosesnya. Menyadari Masalah di Dalam Diri dari Konflik Relasi Salah satu hal yang tidak aku sukai dari masa-masa pandemi ini--aku rasa banyak orang