Posts

Showing posts from October, 2020

Kamp Tahunan Alumni (KTA) XV Day 1: Belajar Lagi Soal Panggilan Hidup

Image
Photo by Jess Bailey on Unsplash Hari ini, Kamis, 29 Oktober 2020, Kamp Tahunan Alumni (KTA) XV kembali digelar. Acara yang diselenggarakan oleh Divisi Alumni Perkantas (Persekutuan Kristen Antar Universitas) ini mengusung tema: "FIGHTING FOR ETERNITY" . Masih dengan spirit yang sama untuk memperlengkapi para alumni di segala usia agar senantiasa bertumbuh dalam Tuhan, kali ini KTA yang aku ikuti cukup terasa bedanya. Tahun 2019 lalu, ketika aku untuk pertama kalinya mengikuti kamp besar ini--dan waktu itu sebenarnya hanya karena diajak menjadi pelayan musik--aku belajar banyak hal yang baru, khususnya di dalam kehidupanku sebagai alumni kampus. Disegarkan oleh Firman dari eksposisi kitab Nehemia; bagaimana semangat untuk membangun negeri dimulai dari peka sama kesempatan yang Tuhan kasih dan bersandar penuh pada pimpinan-Nya. Nah, tahun ini, perbedaan yang terasa jelas adalah seluruh rangkaian acara diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi Zoom, mengingat pandemi COV

5 Hal Serba-Serbi Jadi Pemain Piano

Image
Photo by Joshua Hoehne on Unsplash Jujur sejak kecil aku enggak pernah bermimpi akan menjadi seorang pemain piano yang serius. Dalam artian pemain piano yang benar-benar serius melatih dan menekuni skill- nya. Dulu aku pikir bermain musik itu cuma sekadar hobi yang tingkat kepentingannya berada di level rendah, alias gak sepenting pendidikan formal kayak sekolah sampai kuliah, menurutku. Enggak pernah menyangka bahwa talenta di bidang ini ternyata bisa jadi berkat juga, baik buat diri sendiri maupun orang lain. Siapa yang nyangka hanya berawal dari transfer ilmu dari papa ternyata sekarang aku bisa se-jatuh cinta itu sama yang namanya bermain piano (proses serunya pernah aku tulis di sini , atau di sini dengan bahasa yang sepertinya lebih rapi dan terstruktur, hahaha-- thank you, WarungSaTeKaMu! ). Berdasarkan beberapa pengalaman mengajar piano, entah itu muridku sendiri atau muridnya papa (beberapa kali beliau suka minta tolong gantiin ngajar memang, waktu jaman-jamannya sebelum kor

Pelajaran Menikmati Rutinitas yang Mulai Dikeluhkan

Image
Photo by Gede Suhendra on Unsplash Beberapa hari terakhir ini, keluhan demi keluhan mulai memenuhi hati dan pikiran. Salah satunya keluhan mengenai bising serta berisiknya hidup sehari-hari di Jakarta. Bukan cuma sekadar suara knalpot kendaraan bermotor yang enggak absen memenuhi jalan raya ibukota negara, tapi bahkan sampai berisiknya isi pikiran tentang "Apa aja ya yang harus aku selesaikan di hari ini?". Sebagai orang yang cukup nempel dengan agenda harian dan to-do list, mikirin apa yang menjadi "goals" di hari itu udah jadi makanan sepanjang pekan. Ya aku tau ini baik untuk menjaga konsistensi ritme aktivitas serta menguji komitmen. Cuma aku juga enggak menampik bahwa aku hanya manusia biasa yang bisa capek dan lelah. Makanya aku ngerasa ini mulai masuk titik "berisik" dan pengen banget "retreat" sendiri dengan cara mendengarkan alam. Rasanya ingin banget menghirup aroma segar perkebunan, dengar bunyi burung berkicauan, dan ngerasain sejukn

Belajar dari Film "Monsters University": Sebuah Refleksi Pribadi

Image
Monsters University Image source: https://wallpaperaccess.com/monsters-university Ada yang sudah pernah nonton film " Monsters University "? Kalau belum, aku sarankan jangan membaca tulisan ini sampai habis karena akan ada banyak spoiler di dalamnya 😂 Udah lama sebenarnya pengen nulis tentang film ini. Mmm...jatohnya bukan ke review sih ya, tapi lebih ke sharing pesan yang aku tangkep dari keseluruhan alur ceritanya. Jadi kalau mau kepo lebih lanjut, entah tentang pengisi suaranya kah, tahun rilisnya kah, atau data terperinci lainnya bisa langsung di- gugling sendiri aja yaa 😁 --- Salah satu hal yang bikin aku menyenangi film ini adalah karena mengingatkanku akan masa-masa kuliah dulu. Inget banget gimana waktu jadi mahasiswa baru (maba): tertarik ngeliatin unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang macem-macem, dan super excited di awal-awal perkuliahan terlebih karena kuliahnya di jurusan yang diidam-idamkan (Ilmu Komunikasi), dan tinggal di tempat yang bukan rumah sendiri alias

Kisah Horror Sepulang Nonton Kahitna

Image
Photo by Lukas Stoermer on Unsplash Jakarta. Jumat, 27 Mei 2016 Malam itu (harusnya) jadi salah satu malam membahagiakan buatku. Bayangin aja: hanya dalam 1 malam aku bisa menyaksikan secara langsung 2 grup musik favorit sepanjang masa. Kahitna  dan Yovie and Nuno . Dua grup musik besutan Yovie Widianto yang aku idolakan sejak kecil sampai sekarang. Bahkan kini gaya musik Yovie Widianto menjadi salah satu inspirasiku dalam bermain piano dan mencari aransemen--ini cukup menjelaskan mengapa di beberapa kesempatan pelayanan menjadi pemusik agaknya aransemennya rada ke-Kahitna-Kahitna-an. Hahaha ✌😂 "Mei, lu mau nonton Kahitna gak?", seorang teman di masa kuliah tiba-tiba mengirim pesan singkat beberapa minggu sebelum hari-H. "Wah, kapan di mana?", tanyaku. "Di SCBD Sudirman. Ini acaranya Global TV. Gue kebagian tiket gratis, cuma gue ga begitu suka Kahitna. Terus gue inget elu." Sungguh sebuah berkat tak terduga. Temanku itu kebetulan memang bekerja di stasi