Lagu yang Tak Hanya Menyentuh Hati, Tapi Sampai Menyentuh Jiwa

Photo by Icons8 team on Unsplash

Hai, Friendtizen!

Kali ini gue mau cerita soal lagu yang gak hanya enak didenger, gak hanya menyentuh hati, tapi bahkan ini sampai menyentuh jiwa.

Kok bisa gitu?

Oke, semua berawal dari hari Sabtu kemarin, 10 November 2018.

Pas mau tidur, ternyata gue belum terlalu ngantuk.

Karena gak tau mau ngapain, akhirnya gue denger lagu dari hape.

Berhubung ini udah bulan November, dan gue sudah mulai merasakan aroma-aroma Natal (yaaaayyy!!! 🎄), jadilah gue memasang playlist lagu Natal dari Pentatonix.

Singkat cerita, di playlist itu ada juga lagu "When You Believe" yang ternyata sempet dicover sama mereka.

Pas denger lagu itu, gue jadi kepikiran untuk cari tahu lagu aslinya itu kayak gimana.

Kenapa gue penasaran?

Lagu "When You Believe" ini pertama kali gue tahu dari Mariah Carey.

Gue pikir itu memang lagunya dia.

Liriknya memang antimainstream karena bukan tentang tema cinta-cintaan.

Nah, tapiiii...gue baru tahu ternyata ada versi lain dari lagu "When You Believe" ini.

Versi yang belum pernah gue ketahui sebelumnya.

Versi yang pertama kali gue tau itu dari adek gue yang join di Voice Of Soul Choir.

Ketika mereka bikin konser tanggal 27 Oktober yang lalu, mereka sempat bawain lagu ini juga.

Cuma ya itu, versinya beda dari versi yang pernah gue denger dari Mariah Carey.

Inget banget waktu itu gue pernah ngintip partiturnya, ternyata ada part yang pake bahasa Ibrani (well, awalnya bahkan gue kira itu bahasa Latin, LOL 😂).

Terus gue mikir gini: lha emang ada ya bagian ini di lagu "When You Believe"?

Bahkan bokap gue, yang saat itu diminta mengiringi pianonya, juga sempat bertanya-tanya.

Hal yang kami pikirin sama: oh, ini ada 2 versi, ya.

Ternyata di partiturnya ada tulisan: "The Prince of Egypt".

-----

Oke, balik lagi ke Sabtu malam yang gue gak bisa tidur.

Gue googling deh tuh "The Prince of Egypt".

Ternyataaaa, itu adalah film animasi bikinan Dreamworks yang menceritakan tentang perjalanan hidup nabi Musa.

Film ini dibuat tahun 1998.

Monggo kepoin aja lebih lanjut dari mamang Wikipedia di sini ya.

Nah, si lagu "When You Believe" ini adalah salah satu dari original soundtrack film "The Prince of Egypt".

Yhaaaa, ternyata butuh beberapa tahun untuk gue tahu kenyataan ini, hahaha 😂

Lagu ini ada di scene detik-detik nabi Musa yang akan membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.

Di sinilah dimana gue merasakan gak hanya hati yang tersentuh, tapi bahkan sampe ke jiwa.

Yang gue tonton memang cuma sepenggal cerita animasi buatan Dreamworks.

Kisahnya pun gue juga udah tahu.

Siapa sih yang enggak tahu cerita tentang nabi Musa?

Terus lagunya pun gue juga udah tahu.

...tapi malam kemarin gue ngerasa bener-bener tersentuh banget dengan scene itu.

Scene itu jelas-jelas memberikan gambaran sama gue betapa galaunya nabi Musa ketika ia disuruh Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.

Kalo boleh ngutip dari Keluaran 3:11, disitu nabi Musa bahkan udah nanya:

"Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"

Wait...gilss gue baru nyadar renungan saat teduh gue di tanggal 10 November itu juga dari Keluaran 3, cuy!

Is this coincidence?

Oke, lanjut dulu.

Kembali ke scene di film "The Prince of Egypt" yang tadi, lagu "When You Believe" ini dinyanyikan oleh tokoh Miryam.

Gue enggak yakin betul apakah di Alkitab ada keterangan bahwa Miryam menyanyikan puji-pujian saat detik-detik bangsa Israel keluar dari Mesir, tapi di konteks ini gue hanya akan membahas dari segi filmnya aja ya.

Kalau mau diskusi atau PA (Pendalaman Alkitab) gue akan sangat terbuka dilakukan secara tatap muka, hehehe.

Saat nonton cuplikan film tersebut, jujur gue jadi diingatkan sama 1 hal: janji Tuhan.

Salah satu karakter-Nya yang diingatkan pada gue saat nonton scene itu adalah bahwa Allah gak pernah ingkar janji.

Ia selalu menepati janji-Nya.

Ia selalu berjanji untuk menyertai umat-Nya, termasuk gue dan kalian.

Lalu apa relevansinya sama hidup elo, Mei?

Gengs, akhir-akhir ini gue sering memikirkan banyak hal terkait ketidakpastian.

Hari demi hari gue jalani dan menemukan banyak "pelajaran-pelajaran" baru yang banyak bikin gue super duper enggak nyaman.

Bawaannya mau keluar dari sini, keluar dari situ, ngeluh aja terus.

Hari Senin kemarin tanggal 5 November gue sampai terserang asma karena stres akan suatu hal.

Padahal asma ini udah enggak pernah kambuh loh sejak gue SMP.

Gue sebegitu stresnya memikirkan banyak hal-hal ketidakpastian dan ketidaknyamanan yang terjadi di hidup gue.

Namun ketika kemaren malem gue nonton kartun nabi Musa, aslik gue jadi tertegun lagi.

Sepertinya beberapa waktu belakangan ini gue lupa sama janji Tuhan itu.

Gue lupa bahwa Tuhan gak akan pernah ingkarin janji-Nya.

Entah karena gue terlalu fokus sama daily life, atau terlalu idealis sama pekerjaan yang lagi dilakukan, akhirnya gue jadi lupa menikmati hadirat Tuhan yang hakiki di setiap detik kehidupan gue.

Tapi kali ini gue sungguh bersyukur karena dari lagu "When You Believe" dan sepenggal scene "The Prince of Egypt", gue kembali diingatkan akan janji Tuhan yang enggak akan pernah Ia ingkari.

Mungkin konteks hidup gue sekarang sama nabi Musa ribuan tahun yang lalu sangat jauh berbeda.

Tapi natur manusia yang takut, ragu, menanti jawaban doa yang tak kunjung memberi harapan, itu sama dan pasti dialami oleh seluruh manusia di dunia.

Enggak cuma nabi Musa yang nanya "Siapakah aku ini..." ketika dapet mandat dari Tuhan, gue pun sering banget bertanya "Siapakah aku ini..." ketika Firman Tuhan mengarahkan gue untuk taat melakukan sesuatu.

Nyatanya bahkan gue sering mangkir, menunda, bahkan mengelak.

"Enggak, deh, Tuhan, entar-entaran aja aku ngerjainnya...".

From now on, gue wajib banget belajar untuk kayak nabi Musa.

Sumpah, aslik, terberkati banget gue dengan lagu ini.

As for me, this song isn't just about motivational song.

This song tells us about God's promises.

-----

Pelajaran dan teladan yang gue peroleh dari nabi Musa kali ini adalah: taat, sekalipun kelihatannya enggak ada harapan; sekalipun kelihatannya mustahil; sekalipun bikin takut.

Percaya, bahwa Tuhan yang akan menyertai gue dan kalian.

Believe.

Ini udah yang kesekian kalinya Tuhan menyampaikan pesan-Nya lewat lagu.

Dan yang jelas dengan cara-cara yang enggak terduga kayak gini.

Pertama kali gue tersentuh jiwanya dengan lagu itu ketika lagi bergumul soal jadi pengurus di persekutuan kampus tahun 2014.

Awalnya gue sempet menolak.

Lalu ketika di ibadah persiapan calon pengurus, ada satu lagu berjudul "Kau Tetap Allah" yang akhirnya detik itu jadi pemantapan gue untuk memberi diri jadi pengurus di sana.

And you know what?

Ternyata memang enggak pernah salah gue terjun di kepengurusan persekutuan kampus dulu.

Ternyata disitulah Tuhan mendidik dan mengajar gue banyak hal sehingga akhirnya gue bisa makin memper-Tuhan-kan Dia satu-satunya Allah yang layak disembah dalam kehidupan gue sehari-hari.

Liriknya kayak gini:

Betapa dahsyat Engkau Tuhan
Pencipta segala yang ada
Dulu s'karang sampai s'lamanya
Hanya Engkau Tuhan

Tak terselami pikiran-Mu
Tak terukur panjang setia-Mu
Dulu s'karang sampai s'lamanya
Hanya Engkau Tuhan

Kusembah Engkau Yesus
Hanya Engkau Allah di hidupku
Tiada yang lain hanya Kau
Hanya Engkau Tuhan

S'lamanya Kau tetap Allah
Walau dunia semua bergoncang
Tak tergoyahkan
Kau tetap Allah

Terus, yang kedua kali itu waktu Natal tahun 2017 kemaren.

Berawal cuma dari nyari inspirasi lagu untuk bikin flash mob persembahan pujian persekutuan pemuda di gereja, gue nemuin lagu "Joy To The World" versi Pentatonix.

Jadi waktu itu memang pemuda mau bawain flash mob lagu "Joy To The World" ini.

Ketika gue dengerin versi mereka, aslik, lagi-lagi gue jadi diingatkan makna Natal yang sebenarnya.

Gak tau ya, gengs, mungkin bisa aja gue ini cuma terhipnotis dari bagusnya aransemen mereka doang.

Tapi ini enggak, loh!

Beneran.

Justru bagusnya aransemen mereka bikin gue makin menghayati lirik lagunya.

Lagu "Joy To The World" yang selama ini sering dinyanyiin pas Natal jadi punya makna lebih lagi buat gue ketika denger versinya Pentatonix tahun lalu untuk pertama kali.


Uploaded by PTXofficial

Gak cuma lagu itu, lagu cover mereka yang lain kayak "O Come All Ye Faithful" juga jadi memberikan makna lebih dalam ketika nyanyiin lagu Hai Mari Berhimpun.

Dan Natal tahun 2017 jadi super berarti buat gue gara-gara lagu itu.

Natal bukan cuma jadi momen dan selebrasi hore-hore semata, tapi jadi makin spesial karena gue dan seluruh umat di dunia diingatkan sebuah momen bersejarah penting tentang kelahiran Juruselamat dunia.

Kelahiran Yesus Kristus yang menyelamatkan gue dan kalian dari belenggu dosa sehingga kita bisa dapetin hidup kekal.

Omaygaaat, it's so nice, isn't it?

Dan gue berharap, Natal tahun 2018 ini juga gue mau menghayati setiap detik tentang peristiwa kelahiran Kristus ini.

Mungkin Tuhan akan kembali berbicara pada gue lewat lagu, seperti yang udah terjadi lewat lagu "When You Believe" di film "The Prince of Egypt" ini.

Mungkin juga lewat momen, keluarga, teman, pekerjaan, tantangan, hal-hal enggak nyaman, atau apapun.

Yang jelas, gue sangat bersyukur dengan keberadaan lagu dan musik di dunia ini.

Makasih, Tuhan, kalau lewat lagu aku bisa mengerti pesan-Mu, perkataan-Mu. Biarlah kiranya sepanjang hidupku aku boleh terus bernyanyi dan bermain musik untuk-Mu.

...dan untuk kalian semua, gengs... SELAMAT MENYAMBUT DAN MEMPERSIAPKAN NATAL! 🎄

Yuhuuuu~~ 🎄

Eeeeehhh iyaaah, enggak afdol lah ya kalo gue enggak nampilin si video lagu "When You Believe" dari film "The Prince of Egypt" ini.

Kuy, tonton langsung:


Uploaded by Max Canon

...kuy juga nyanyiin liriknya yah.

Arti dari bahasa Ibraninya juga wajib banget tahu.

(Original source: http://a-mikhaila.blogspot.com/2009/06/ashira-ashiraashira-iadonaii-will-sing.html)

Many nights we've prayed
With no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song
We barely understood

Now we are not afraid
Although we know there's much to fear
We were moving mountains long before we knew we could

There can be miracles
When you believe
Though hope is frail
It's hard to kill

Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will
You will when you believe

In this time of fear
When prayer so often proved in vain
Hope seemed like the summer birds
Too swiftly flown away

Yet now I'm standing here
With heart so full I can't explain
Seeking faith and speaking words
I never thought I'd say

There can be miracles
When you believe
Though hope is frail
It's hard to kill

Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will
You will when you believe

A-shir-ra l'A-do-nai ki ga-oh ga-ah
(I will sing to the Lord for He has triumphed gloriously)
A-shir-ra l'A-do-nai ki ga-oh ga-ah
(I will sing to the Lord for He has triumphed gloriously)

Mi-cha-mo-cha ba-e-lim Adonai
(Who is like You, oh Lord, among the celestial)
Mi-cha-mo-cha ne-dar-ba-ko-desh
(Who is like You, majestic in holiness)

Na-chi-tah v'-chas-d'-cha am zu ga-al-ta
(In Your love, You lead the people You redeemed)
Na-chi-tah v'-chas-d'-cha am zu ga-al-ta
(In Your love, You lead the people You redeemed)
A-shi-ra, a-shi-ra, A-shi-ra...

A-shir-ra l'A-do-nai ki ga-oh ga-ah
(I will sing to the Lord for He has triumphed gloriously)
A-shir-ra l'A-do-nai ki ga-oh ga-ah
(I will sing to the Lord for He has triumphed gloriously)

Mi-cha-mo-cha ba-e-lim Adonai
(Who is like You, oh Lord, among the celestial)
Mi-cha-mo-cha ne-dar-ba-ko-desh
(Who is like You, majestic in holiness)

Na-chi-tah v'-chas-d'-cha am zu ga-al-ta
(In Your love, You lead the people You redeemed)
Na-chi-tah v'-chas-d'-cha am zu ga-al-ta
(In Your love, You lead the people You redeemed)
A-shi-ra, a-shi-ra, A-shi-ra...

There can be miracles
When you believe
Though hope is frail
It's hard to kill

Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will
Now you will
You will when you believe...

You will when you believe...

Comments

Post a Comment

Thank you for your comment! :D

Popular posts from this blog

Pengalaman Gokil Sebagai Mentor (PGSM)

7 Hal yang Gue Lakukan Ketika Depresi

Ketika Rumput Tetangga Lebih Hijau. Alami atau Sintetis?

Hanya Bisa Tersenyum Miris

Mendingan Jujur Tapi Nyakitin, Atau Bohong Tapi Lama-Lama Tetep Nyakitin Diri Sendiri? (sungguh sebuah judul yang amat panjang)

Menyesal: Gak Bisa Dihindari, tapi Bisa Dihadapi

Menemukan Makna Seru dari Pemuridan

SARAPAN PAGI: Berserah yang Tidak Menyerah

Udah Lama Enggak Nulis Blog