Posts

Pengalaman Gokil Sebagai Mentor (PGSM)

Image
I've never imagined that being a so-called "mentor" would be so adventurous yet fun.  Siapakah gue yang dapet kesempatan baik untuk menjadi mentor dari sekelompok mahasiswi yang bentar-lagi-lulus-dan-mau-kemana-abis-itu. Jauh sebelum gue diminta melayani sebagai mentor di sebuah acara pembinaan, tentu gue pernah berada di posisi mereka (re: mahasiswi). Masa-masa clueless , bingung, galau, gak tau harus ambil keputusan apa (kerja dulu atau lanjut studi atau foya-foya), gak tau mau kerja di mana, gak tau mau lanjut kuliah di mana, gak tau mau kerja jadi apa, ya banyak "gak tau"-nya lah pokoknya 😅 However, seiring dengan berjalannya waktu, gak berasa 5-6 tahun kelewat gitu aja sejak gue lulus kuliah di bulan Agustus 2015. Gak berasa ternyata dalam kurun waktu tersebut ada bhuanyaaaak banget pelajaran dan pengalaman yang, menurut gue, sayang jika tidak gue bagikan ke orang lain; mungkin dalam hal ini ya kepada adik-adik gue yang ada di bangku kuliah semester akhir.

7 Hal yang Gue Lakukan Ketika Depresi

Image
Photo by Raychan on Unsplash Dealing with depression is something that I always struggle for. Struggling karena lo kayak ngerasa lagi perang sama pikiran lo sendiri, while mungkin sebenarnya, realitanya, kondisi sedang baik-baik saja. Tapi pikiran lo berkata sebaliknya. Struggling because I don't want to hurt anybody, especially my close circle. Karena biasanya kalo lagi depresi kayak gini kan muka udah butek diliatnya, ngomong pake intonasi tinggi dan cenderung marah-marah--pagi ini aja ngomong di rumah udah rada gak nyante, dan memilih untuk menjauh terus menyendiri. === Akhir-akhir ini lini media sosial lagi digempur sama kebanggaan atas kemenangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu sebagai penyabet medali emas di cabor bulutangkis ganda putri Olimpiade Tokyo 2020. Tentu, gue juga gak ketinggalan ngikutin pertandingan mereka beberapa hari yang lalu yang bikin jantung dekdekan dan suara mayan serak karena ikutan teriak saking semangatnya. Tentu, gue juga ikut overproud sebagai wa

Lagi, Curcolan Random Habis Baca E-mail Siang Ini

Image
Photo by Stephen Phillips - Hostreviews.co.uk on Unsplash (Rabu, 9 Juni 2021 16:19, Starbucks Pondok Indah Mal 2) Jeez, I'm scared. I opened a new mail on my Gmail inbox this afternoon and....JEEZ I'M FREAKIN' SCARED! No, no, please don't misunderstood. This is a mixed-up-feeling ever. Satu sisi seneng banget abis baca e-mail, satu sisi langsung khawatir. Ketakutan. Apa sih yang gue takutkan: 1. I'm like enough to dealing with myself, my expectation, especially when I'm working with people in professional way. I know, and I have learned that...whatever the job title is, wherever the company is--even the big and established one, I couldn't run away from: dealing with people . 2. Ketika sudah tahu hal-hal yang sudah dipelajari, pertanyaan berikutnya adalah: apakah gue mampu menerapkannya di petualangan berikutnya? 3. Apakah gue siap untuk 'gagal' lagi? Entahlah, namun gue merasa di fase gue yang sekarang ini gue harus mulai belajar untuk 'berani g

When Meista Feels Like Raya--just a parallelism, a factual-fan-fiction

Image
Raya and The Last Dragon (2021). Image source: Disney+ Hotstar Please, allow me to write my own fear story from the angle of Raya (have you watched "Raya and the Last Dragon" ?). Yea, I know it sounds crazy but...it's interesting for me to have a parallel story with her. Raya. Maybe it sounds like a fan-fiction story, but...what I wrote here is totally Meista, and I "borrow" Raya's life from her point of view. I won't deny that I totally fail to "move on" from this awesome movie :") I know. I know the 'Druun' hates me. I know they hate my vision, my purpose, and dislike what I'm doing right now. I know they tried to break down everything around my life so that I couldn't focus on the things I should do. Or...sometimes they tried to distract my focus by showing me the fake reality; assuming that it's a good thing to do, but actually: no. I know I'm not a hero. Not even a princess. Not e

Mendingan Jujur Tapi Nyakitin, Atau Bohong Tapi Lama-Lama Tetep Nyakitin Diri Sendiri? (sungguh sebuah judul yang amat panjang)

Image
Photo by Sean Sinclair on Unsplash (elah, panjang bener judulnya... 😂) Jujur. Ngomongin soal kejujuran, gue gak inget udah berapa kali ngerasa terluka, insecure, dan hati perih akibat melakukan hal ini: menyatakan kejujuran. Apalagi di tengah-tengah dunia yang penuh tuntutan ini yekan, menjadi jujur itu menjadi tantangan tersendiri buat gue. Kenapa sih harus jujur di saat kita bisa bersandiwara? Kenapa harus milih jujur di saat bohong itu jauh lebih aman dan gak nyakitin? Ini pertanyaan pribadi yang sempat gue tanyakan pada diri sendiri. Untuk apa ya gue jadi diri gue yang apa adanya di kala mungkin dunia tidak akan terima itu? Untuk apa gue menjadi Meista yang otentik dan senang belajar, padahal yang dunia ini butuhkan adalah Meista yang harus memenuhi ekspektasi dunia? Untuk apa? Jawaban gue cuma 1: gue capek . Gue capek dan lelah banget memenuhi ekspektasi dunia, jujur aja--tuh ini aja udah jujur, wkwkwk 😂😂😂. Gue capek untuk kehilangan diri gue sendiri di saat gue berusaha ker